https://www.videosprofitnetwork.com/watch.xml?key=6f9f176f0f3a756bc35db1cc74eabf2a

Contoh Pelanggaran yang Sering Dilakukan Ketika Jumatan

Pelanggaran yang Sering Dilakukan Kaum Muslimin Ketika Jumatan


Shalat jum'at merupakan suatu ibadah wajib yang dilakukan secara berjamaah oleh umat laki-laki muslim setiap hari jumat. Dalam ajaran agama islam shalat jum'at hukumnya fardu 'ain atau wajib bagi laki-laki muslim.

Salah satu pelanggaran yang sering dilakukan kaum muslimin ketika jumatan ialah. 

  1. Melangkahi pundak jamaah yang duduk berdampingan;
    Ketika ada orang yang telat datang jumatan, dia melihat ada satu tempat yang kosong. Dengan sigapnya, dia melangkahi pundak-pundak jamaah lainnya, untuk berjalan maju medapakan satu tempat yang kosong itu.
    Tindakan seperti ini, sangat dilarang oleh Rasulullah saw bahkan beliau menyebutkan sebagai perbuatan yang mengganggu.

    Ada sesseorang, dia melangkahi pundak-pundak jamaah ketika jumatan. Sementara Rasulullah sedang berkutbah. Lalu beliau memerintahkan orang tersebut: "Duduk!, kamu mengganggu" (HR. Abu Daud 1118, Ibn Majah 1115 dan dishahihkan al-Albani).
Dalam hal ini, Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum melangkahi pundak ketika jumatan.
  • Pendapat pertama; hukumnya makruh. Ini merupakan pendapat mayoritas ulama, pendapat yang masyhur menurut Syafiiyah, dan madzhab Hambali. 
    (Fahul Bari, 2/392)

    Pendapat Imam Malik dan al-Auza'i, Larangan makruh ini berlaku jika khatib sudah naik mimbar. Artinya jika orang melangkahi jamaah sebelum khutbah dimulai, hukunya tidak makruh.

    Dalam kitab al-Mudawwanah dinyataka: Malik mengatakan, dimakruhkan melangkahi pundak jamaah, hanya ketika jamaah setelah imam naik mimbar. Siapa yang melangkahi pundak jamaah setelah khatib naik mimbar, maka dia terkena larangan dalam hadist.

    Sementara orang melangkahi pundak sebelum khatib naik mimbar, diperbolehkan, jika di depannya ada celah atau tempat. Dan hendaklah masing-masing saling toleran (al-Mudawwanah, 1/159).

  • Pendapat Kedua; bahwa melangkahi pundak-pundak jamaah, hukumnya haram mutlak, baik dilakukan ketika jumatan maupun di luar jumatan (baik dilakukan sebelum khatib naik mimbar ataupun khatib sedang berkutbah).

    Berdasarkan hadist Abdullah bin Busr di atas. Karena Rasulullah menyebunya sebagai perbuatan mengganggu. Ini merupakan pendapat yang dinilai kuat oleh para ulama peneliti, seperti Ibnu Mudzir, Ibnu Abdil Bar, an-Nawawi, dan Syaikhul Islam, sebagai dalam al-ikhtiyarat (hlm. 81)
Terima kasih telah membaca artikel tentang Contoh Pelanggaran yang Sering Dilakukan Ketika Jumatan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid