https://www.videosprofitnetwork.com/watch.xml?key=6f9f176f0f3a756bc35db1cc74eabf2a

6 Langkah Dasar Dalam Memulai Analisa Structural Equation Modeling

6 Langkah Dasar Dalam Memulai Analisa Structural Equation Modeling (SEM)


SEM (Structural Equation Modeling);
  • Merupakan model persamaan struktural yang digunakan untuk menguji hubungan antara variable yang komplek baik recursive maupun non-recursive untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai keseluruhan model.
  • Menurut Hai dkk (2006) mengatakan bahwa Structural Equation Modeling (SEM) merupakan bagian  dari metode statistika untuk melihat bagaimana hubungan antara beberapa macam variabel. SEM merupakan teknik yang unik karena merupakan koombinasi antara dua model teknik multivariate yaitu analisis faktor dan analisis regersi berganda.
Menurut Hair dkk (2006), ada 6 langkah untuk memulai analisa dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) yaitu:
  1. Defining Individual construct; Proses pertama yang dilakukan adalah melakukan pendefinisian yang baik konstruk yang akan dilibatkan dalam penelitian. Pendefinisan ini akan memberikan dasar untuk seleksi atau desain item indikator individual, penliti akan melakukan dengan membuat skala pengukurannya untuk masing-masing item indikator tersebut, misalnya dengan menggunakan skala Likert.

    Untuk membuat proses penentuan masing-masing indikator ini, akan lebih baik jika mengaju pada penelitian sebelumnya,sehingga kita mempunyai dasar yang kuat untuk membuatnya. Namun demikian jika kita kesulitan dalam menemukan referensi sebelumnya, kita bisa mengembangkan sendiri pengukuran konstruk tersebut.

  2. Developing and Specifying the measurement model; Dengan item skala yang sudah kita buat, peneliti harus mengetahui spesifikasi untuk model penguurannya. Dalam tahap ini masing-masing konstruk laten yang dimasukkan dalam sebuah model harus dilakukan pengukurannya untuk setiap item indikator variabel.

  3. Designing a Study To Produce Emperical Resul; Dengan dasar spesifikasi model yang sudah kita buat pada tahap sebelumnya, selanjutnya kita harus membuat research design dan model estimation. research design terdiri dari: Tipe Data yang akan dianalisis, Missing data, Ukuran sampel. Sedangkan estimati terdiri dari: Structural model, Teknik estimati, Software komputer.

  4. Assessing structural validty; Setelah semua data terkumpul, maka langkah terpenting dalam penelitian adalah menguji dengan teknik SEM, apakah model yang dihasilkan valid? Seberapa baikkah Measurement model validity yang kita lakukan tergantung pada Goodness-of-fit (GOF) yang dihasilkan.

  5. Specifying the Structural Model; Langkah kelima ini merupakan langkah dimana kita akan membangun hubungan secara struktural untuk masing-masing variabel laten yang kita libatkan dalam rencana penelitian kita.

    Kalau pada langkah kedua kita sudah membangun pengukuran model yang spesifik berdasarkan teori yang kita pakai, maka pada langkah kelima ini kita hubungan seluruh  variabel endogen dan eksogen sesuai dengan model dan hipotesis yang kita bangun.

  6. Assesing the Structural Model Validty; Langkah terakhir adalah melakukan validity model struktural, apabila validitas yang dilakukan pada langkah ke-4 sudah valid, maka kita bisa melakukan test validity untuk struturalnya.
SEM lebih digunakan untuk melakukan confirmatory analysis dari pada exploratory analysis. SEM digunakan untuk menguji apakah model tersebut dapat diterima ataukah ditolak. SEM tidak digunakan unntuk membangun sebuah model baru tanpa dasar teori yang sudah ada sebelumnya. 

Terima kasih telah membaca artikel tentang 6 Langkah Dasar Dalam Memulai Analisa Structural Equation Modeling.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid