https://www.videosprofitnetwork.com/watch.xml?key=6f9f176f0f3a756bc35db1cc74eabf2a

3 Cara Melakukan Mengecekan Pengukuran Confirmatory Factor Analysis

Ada 3 Metode Untuk Melakukan Pengukuran Confirmatory Factor Analysis Variabel Pada Penelitian


Pengukuran Confirmatory Factor Analysis (CFA); Berguna untuk menguji seberapa baik pengukuran variabel yang digunakan untuk konstruk atau dengan kata lain apakah pengukuran tersebut sudah merepresentasikan konstruk yang kita buat. 

Jadi sebelum kita melakukan
testing a structural model, maka yang perlu kita lakukan terlebih dahulu adalah melakukan test confirmatory factor analysis.
Berbeda dengan Exploratory factor analysis (EFA) yang bisa melakukan tanpa mengetahui beberapa faktor yang sebelumnya ada atau variabel mana yang menjadi kepunyaan sebuah kontruk (tidak menguji sebuah teori).

Dalam pengukuran Confirmatory Factor Analysis (CFA), peneliti harus lebih spesifik mengetahui berapa jumlah indikator atau faktor untuk masing-masing konstruk, artinya konstruk yang kita buat dengan indikator harus benar-benar berasal dari sebuah teori.

Oleh karena CFA lebih sering disebut sebagai Confirmatory test terhadap teori pengukuran. Model dalam SEM sering melibatkan keduanya yaitu measuremen theory dan structural theory. 

Measuremen theory lebih spesifik mengenai bagaimana logika pengukuran variabel dan sistematik yang mempresentasikan sebuah konstruk yang dilibatkan dalam sebuah model teori. Dengan kata lain  measuremen theory mengukur konstruk laten dan tidak mengukur secara langsung.

Dalam rangka untuk mengecek apakah konstruk yang kita buat sudah akurat dan dapat di pertanggugjawabkan, maka kita perlu memfaliditas kontruk tersebut dengan cara convergent validity yaitu bahwa seluruh item yang didalamnya terdapat indikator yang merupakan konstruk yang spesifik harus tersebut secara merata dalam varian. 

Ada beberapa cara untuk mengecek  Pengukuran Confirmatory Factor Analysis, yaitu;
  1. Loading Faktor;  Merupakan salah satu pertimbangan yang sangat penting dalam analisa SEM. Loading faktor disini merupakan seberapa besar nilai masing-masing indikator yang membentuk konstruk tersebut secara statistik. Loading faktor yang signifikan adalah apabila nilanya lebih besar dari 0,5 atau yang idealnya adalah sebesar 0,7.(Hair dkk, 2006:777).

  2. Variance Extracted; Pengukuran variance extract menunjukka jumlah varian dari indikator yang diekstraksi oleh variabel laten yang dikembangkan. Nilai varian ekstrak yang dapat diterima adalah minimum 0,50 (Hair dkk, 2006:777).

  3. Reliability; Merupakan pengujian derajat kekonsistenan pengukuran variabel. Dalam SEM reliability dinamakan dengan contruct reliability. Dimana nilai Construct Realibility minimal sebesar 0,7 yang dapat diterima, namun bisa juga kita terima nilanya antara 0,6-0,7 manakala indikator yang lainnya untuk contruct validity bagus.(Hair dkk, 2006:777).
Terima kasih telah membaca artikel tentang 3 Cara Melakukan Mengecekan Pengukuran Confirmatory Factor Analysis.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid