Ada 5 Contoh Distori Pasar yang Sering Terjadi

Ada 5 Contoh Distori Pasar yang Sering Terjadi Pada Masyarakat


Apakah yang dimaksud dengan Distori Pasar.? Distori Pasar adalah Pasar yang seringkali mengalami gangguan atau interupsi yang mengganggu berjalannya mekanisme pasar secara alamiah.

Secara umumnya Ekonomi Islam mengidentifikasikan tiga bentuk distori pasar, yaitu: Bai’ najasyi (rekayasa permintaan), ihtikar (Penimbunan), Talaqqi rukban, Tadlis (penipuan), dan Taghrir (ketidakpastian).


Dibawah ini ada 5 bentuk distori pasar yang sering terjadi di kalangan kita, yaitu;
  1. Bai’ najasyi; Yaitu menciptakan permintaan palsu atau merekayasa permintaan dengan tujuan untuk menaikkan atau menurunkan harga dari harga yang sedang berlaku di pasar.

    Contohnya; 'Ada pihak tertentu yang merupakan sekutu dari pihak penjual yang berpura-pura menjadi calon pembeli. Ia kemudian menawar harga lebih rendah dari yang ditawarkan oleh penjual akan tetapi sebenarnya harga yang diajukannya masih lebih tinggi dari harga yang berlaku di pasar".

  2. Al-Ihtikar; dapat di artikan 'mengumpulkan, menahan, dan penimbunan'. Dibahas Secara istilah ihktikar berarti membeli barang pada saat lapang lalu menimbunnya supaya barang tersebut langka di pasaran dan harganya menjadi naik.

    Jadi, untuk lebih mudah dipahami, Ihtikar adalah membeli sesuatu dengan jumlah yang besar, agar barang tersebut berkurang di pasar sehingga harganya (barang yang ditimbun tersebut) menjadi naik dan pada waktu harga menjadi naik baru kemudian dipassarkan (dijual) ke pasar, sehingga mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda.

    Berdasarkan sumber hukum islam yang ada yaitu Al-Qur’an, Sunnah Rasulullah, dan Pendapat Para Ulama, Bahwa  paara ulama sepakat mengatakan bahwa Ihtikar itu tergolong dalam perbuatan yang dilarang (haram).

  3. Talaqqi Rukban; Yaitu Tindakan yang dilakukan oleh pedagang kota (atau pihak yang memiliki informasi yang lebih lengkap) membeli barang petani (atau produsen yang tidak memiliki informasi yang benar tentang harga di pasar) yang masih diluar kota. Rasulullah SAW melarang tindakan ini karena dalam jual beli itu terdapat penipuan atau ketidakjujuran satu pihak atas suatu informasi mengenai harga.

  4. Tadlis; Kondisi tadlis  yang terjadi dalam pasar adalah Apabila satu pihak tidak memiliki informasi seperti yang dimiliki pihak lain, maka salah satu pihak akan merasa dirugikan dan terjadi kecurang atau penipuan. Harusnya di dalam jual beli itu antara  penjual dan pembeli harus mempunyai informasi yang sama tentang barang yang akan diperjualbelikan agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan (ditipu). 

    Dalam sistem ekonomi Islam hal ini dilarang, karena dengan adanya informasi yang tidak sama antara kedua belah pihak, maka unsur rela sama rela dalam jual beli dilanggar. Tadlis dapat ditemukan dalam 4 hal yaitu: Harga, Jumlah, Kualitas, dan Waktu penyerahan. Keempat hal  tersebut tidak boleh disembunyikan dalam transaksi jual beli baik itu dari  pihak si penjual maupun dari pihak si pembeli.  belah pihak 

  5. Taghrir/ Gharar; berarti ketidakpastian, atau melakukan sesuatu hal secara membabi buta tanpa pengetahuan yang mencukupi (tanpa mengetahui dengan persis apa akibatnya).
Semua hal yang terjadi diatas dalam Distori Pasal, perlu dilakukan Penanganan Distori Pasar agar masyarakat bermuamalah dengan benar dan terhindarinya dari transaksi-transaksi yang dilarang oleh agama islam.

Dibawah ini ada 4 cara yang bisa dilakukan dalam Penanganan Distori Pasar, yaitu:
1. Melarang semua jenis distori pasar yang disengaja 
2. Menghukum para pelaku pasar yang melakukan Distori Pasar.
3. Membuka akses informasi bagi semua pelaku pasar.
4. Membuat Pengawasan pasar yang kuat.

Dalam   penanganan distori pasar, pemerintah juga harus ikut bertanggungjawab dalam melindungi kepentingan segenap bangsa. Dan bentuk perlindungannya harus seimbang, baik untuk kepentingan negara, para pelaku ekonomi maupun kepentingan masyarakat luas.

Terima kasih teleh membaca artikel tentang Ada 5 Contoh Distori Pasar yang Sering Terjadi Pada Masyarakat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid