https://www.videosprofitnetwork.com/watch.xml?key=6f9f176f0f3a756bc35db1cc74eabf2a

Pandangan Masyarakat Awam Tentang Perbankan Syariah

Pandangan Masyarakat Awam Tentang Perbankan Syariah


Masyarakat di negara maju dan berkembang sangat membutuhkan bank sebagai tempat untuk melakukan transaksi keuangannya. Mereka menganggap bank merupakan lembaga yang aman dalam melakukan berbagai macam aktivitas keuangann.

Aktivitas keuangan yang sering dilakukan masyarakat di negara maju dan negara berkembang antara lain aktivitas penyimpanan dan penyaluran dana.

Di negara maju, bank menjadi lembaga yang sangat strategis dan memiliki peran penting dalam perkembangan negara. Di negara berkembang, kebutuhan masyarakat terhadap bank tidak hanya terbatas pada penyimpanan dana dan penyaluran dana saja, akan tetapi juga terhadap pelayanan jasa yang ditawarkan oleh bank.

Secara umum Bank dapat di defenisikan sebagai lembaga yang di percaya oleh masyarakat dari berbagai macam kalangan dalam menempatkan dananya secara aman. Di sisi lain, bank berfungsi menyalurkan dana kepada masyarakat yang membutuhkan dana.

Masyarakat dapat secara langsung mendapat pinjaman dari bank, asalkan si peminjaman dapat memenuhi persyaratan yang diberikan oleh bank.

Pada dasarnya bank mempunyai tugas dalam dua sisi, yaitu menghimpun dana secara langsung yang berasal dari masyarakat yang sedang kelebihan dana (surpus unit), dan menyalurkan dana secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan dana (defisit unit) untuk memenuhi kebutuhannya.

Krisis moneter yang terjadi pada thun 1997/1998, membuat bank syariah mulai dikenal orang banyak bahkan dikalangan bank konvensional. Krisis moneter yang mengahancurkan beberapa bank konvensional, membuat para bankir mulai berfikir dan mencari alternatif perbankan dengan sistem syariah.

Dalam kurun waktu 10 tahun, bank syariah mengalami perkembangan yang sangat baik, meskipun secara nasional market share bank syariah masih rendah dibanding bank konvensional, Hal itu tidak menjadi masalah bagi para bankir untuk terus melanjutkan perkembangan perbankan di indonesia.

Dunia perbankan syariah dan Lembaga Keuangan syariah dalam operasionalnya bersendikan syara’, sehingga krisis ekonomi dan moneter yang terjadi merupakan momentum positif menunjukkan dan memberikan bukti secara nyata dan jelas kepada dunia perbankan, bahwa perbankan syariah kenyataannya tetap bertahan dan berkembang dalam kondisi krisis.

Oleh karena saatnya pemerintah dan rakyat Indonesia untuk membuka mata dan merubah cara pandang masyarakat terhadap bank syariah sebagai alternatif untuk ditumbuh kembangkan dalam dunia perbankan Indonesia saat ini.

Tetapi mengapa masih ada sebagian masyarakat yang berpendapat bahwa; ''Bank syariah hanyalah sebuah label yang digunakan untuk menarik simpati masyarakat muslim di bidang perbankan''.

Mereka berpendapat bahwa bank syariah merupakan bank konvensional dengan istilah-istilah perbankan yang menggunakan istilah-istilah islam, dengan kepala akad yang dibubuhin kalimat Bismillahirrahmaanirrahim dan pegawai yang mengenakan busana islami dan mengucap salam.

Itulah salah satu bentuk sikap skeptis dari masyarakat indonesia tentang adanya perbankan syariah, karena memang tidak dapat dipungkiri bahwa konotasi perbankan sejak dahulu memang terpisah secara nyata dengan syariah sehingga pada awal mula pembentukan perbankan syariah banyak yang tidak percaya akan adanya keberhasilan para ekonom islam dalam menyatukan institusi perbankan dengan syariah.

Berarti permasalahan saat ini yang terjadi pada masyarkat adalah;
  • pertama; "Kurang maksimalnya informasi yang sampai ke masyarakat Awam mengenai seperti apa bank syariah yang sebenarnya. 
  • Kedua; Sedikitnya perbankan syariah yang ada di indonesia. Dimana jumlah perbankan syariah di indonesia lebih sedikit dibandingkan perbankan konvensional. 
Perbankan konvensional telah ada diberbagai daerah-daerah kecil di indonesia, sedangkan perbankan syariah tidak begitulah banyak di daerah-daerah kota kecil di indonesia.

Kiranya banyak cara yang bisa dilakukan agar perbankan syariah lebih baik dipandang di kalangan masyarakat dan juga perbankan syariah harus lebih banyak lagi didirikan di kota-kota kecil, pemerintah jangan fokus mengembangkan perbankan syariah di kota-kota besar saja. kiat yang bisa dilakukan antara lain yaitu partisipasi tokoh-tokoh masyarakat, serta partisipasi dari lembaga-lembaga pemerintahan di indonesia.

Lembaga pemerintahan yang dimaksud disini ialah Kementerian agama. Dimana Kementerian agama yang ada di kota-kota di indonesia tentunya menjadi salah satu cara untuk membantu mengembangkan dan mensosialisasikan mengenai seperti apa sebenarnya bank syariah itu, dengan tujuan agar masyarakat masyarakat indonesia bermuamalah dengan benar, agar  selamat hidup di dunia dan di akhirat kelak.

Kenyataannya pada saat ini kebanyakan masyarakat di indonesia belum memahami dengan tepat mengenai seperti apa bank syariah itu. Tentunya peran pemerintah dibutuhkan untuk membantu memecahkan masalah tersebut.

Kementerian Agama pusat dan kota tentunya juga harus memainkan perannya bagaimana membantu meluruskan persepsi masyarakat yang salah dan juga membantu mengembangkan dan mendirikan perbankan syariah lebih banyak lagi di Indonesia agar masyarakat hidup dengan benar yaitu terhindarnya dari transaksi-transaksi yang dilarang oleh agama islam, salah satunya yaitu Riba. Riba telah ada larangannya di dalam Al-qur'an dan As-Sunnah serta Ijma' para ulama.

Terima kasih telah membaca artikel tentang Pandangan Masyarakat Awam Tentang Perbankan Syariah.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid