https://www.videosprofitnetwork.com/watch.xml?key=6f9f176f0f3a756bc35db1cc74eabf2a

Contoh Transaksi Riba yang Sering Terjadi Pada Kita

Contoh Transaksi Riba yang Sering Terjadi Pada Kita
 

Allah swt telah melarang perbuatan-perbuatan tersebut (riba), Di dalam kitab suci Al-Qur’an telah banyak dijelaskan secara tegas mengenai larangan riba, diantaranya ialah terdapat didalam surah Al-baqarah ayat 275.

Artinya: “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.. Mengapa Riba’ dilarang  dalam agama islam, karena Riba’ Menyebabkan penumpukan kekayaan hanya pada segelintir orang, Terjadi kezaliman antara dua pihak, Menyebabkan kaum kaya malas berinvestasi, Menyebabkan kaum miskin takut berusaha”.

-Gambaran terjadinya riba secara sederhana;
Contohnya; ''Saya meminjam uang sebesar Rp-100.000 kepada seseorang (katakan namanya Andi), dimana andi mensyaratkan pinjaman tersebut bahwa uang yang saya pinjam harus dikembalikan (pada saat waktu tertentu) dengan jumlah yang lebih besar lagi, Dimana tambahan pinjaman tersebut merupakan riba''.

-Tahapan pelarangan Riba dalam Al-Qur’an adalah;
"Menolak anggapan bahwa pinjaman riba’ pada zahirnya menolong mereka yang memerlukan sebagai suatu perbuatan mendekati atau taqarrub kepada Allah SWT. Riba’ digambarkan sebagai suatu yang buruk dan balasan yang keras kepada orang Yahudi yang memakan Riba".

-Musnahkan Riba Demi Keberkahan Hidup;
Pada saat sekarang ini, telah banyak terjadi pendapatan penghasilan seseorang yang di peroleh secara tidak adil (Riba), baik itu pekerjaannya sebagai seorang karyawan/i, atau seorang manager di sebuah perusahan swasta maupun orang yang bekerja di BUMN.

Tapi mengapa mereka masih banyak yang tidak terfikir dan tidak memperhatikan dengan baik apakah penghasilan yang didapatkannya dari gajinya setiap bulan itu apakah ada unsur ribanya atau tidak.? Sebagai seorang insan yang taat kepada perintah Rabb-nya, Hal ini perlu dipertimbangkan dan direnungkan dibenak kita masing-masing agar rezeki yang diberikan kepada kita mendapatkan keridhoan dan keberkahan baik itu di dunia maupun diakhirat. 

Saya sih masih bingung, kok masih banyak para pejabat-pejabat tinggi pada zaman sekarang yang sudah kaya, memiliki penghasilan besar, tapi mereka kok masih ada yang melakukan korupsi, riba, dan melakukan kecurangan-kecurangan dalam usaha atau berbisnis. Padahal mereka udah hidup makmur tanpa ada kekurangan lagi dari segi ekonomi, tapi mengapa orang masih banyak yang tidak sadar, Mengapa hal ini masih mereka lakukan.?

Hal ini disebabkan dari faktor internal yaitu faktor dari dalam dirinya sendiri yaitu kurangnya keimanan mereka kepada yang maha pencipta, kurangnya pengetahuan mereka mengenai hal ini (riba), dan kurangnya rasa syukur mereka atas rezeki yang telah Allah swt berikan kepada dirinya.

Justrunya kita harus bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita. Memang sifat manusia itu tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang telah dimilikinya, padahal mereka telah merasakan kesenangan hidup diduia ini, mereka sudah memiliki rumah mewah, mobil mewah, memiliki apartement yang menjulang tinggi tapi mengapa mereka merasa akan ada kekurangan didalam hidupnya.

Coba anda bayangkan apalagi yang kurang bagi anda.? Mau beli ini, beli itu khn tinggal dipesan aja. Begitulah saking senangnya hidup mereka. 

Diindonesia begitu banyaknya Contoh usaha (bisnis) yang beroperasi dengan konsep riba, seperti: Bank Konvensional (dimana Praktik perbankan konvensional yang mengharuskan pengembalian dana yang dipinjam (oleh nasabah), harus dikembalikan dengan kelebihannya atau disebut dengan bunga).

Gimana sahabat-sahabat ku semua, apakah kalian masih pengen bekerja di suatu tempat dimana tempat bekerja tersebut beroperasi dengan menggunakan konsep riba, apakah anda tidak takut begitu pedih azab yang Allah janjikan kepada orang-orang yang makan (mengambil riba), melakukan transaksi-transaksi riba.

Semuanya saya kembalikan kepada diri anda masing-masing, karena saya tidak bisa memaksa apa yang tidak dikehendaki seseorang. Saya hanya bisa menyarankan, saya hanya bisa mengarahkan sahabat-sahabat semua kejalan yang benar yaitu jalan yang diridhoi oleh Allah swt. 
Terima kasih telah membaca artikel tentang Contoh Transaksi Riba yang Sering Terjadi Pada Kita.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid