https://www.videosprofitnetwork.com/watch.xml?key=6f9f176f0f3a756bc35db1cc74eabf2a

5 Contoh Transaksi Jual Beli yang di Larang di Pasaran

5 Contoh Transaksi Jual Beli yang di Larang di Pasaran


Pasar saat sekarang ini dapat kita buktikan bahwa begitu banyaknya terjadi masalah-masalah di pasar baik itu terjadi pada pasar persaingan sempurna maupun pada pasar persaingan tidak sempurna. oleh karena itu gangguan atau masalah tersebut harus bisa kita efakuasi secara bersama-sama agar terciptanya perdagangan (jual beli) yang diberkahi oleh Allah swt.

Pada garis besarnya Ekonomi Islam mengelompokkan tiga bentuk Distorsi pasar atau masalah yang terjadi pada saat sekarang ini, yaitu sebagai berikut:

  1. Bai’najasyi, Yaitu menciptakan permintaan palsu atau merekayasa permintaan dengan tujuan untuk menaikkan atau menurunkan harga dari harga yang sedang berlaku di pasar pada saat itu.

    Contohnya: "Seseorang yang berpura-pura menjadi calon pembeli, dimana orang tersebut ialah pihak tertentu yang merupakan sekutu dari pihak penjual. kemudian calon pembeli tadi menawar harga lebih rendah dari yang ditawarkan oleh penjual akan tetapi sebenarnya harga yang diajukannya masih lebih tinggi dari pada harga yang berlaku di pasar pada saat itu.
    Hal ini sudah mulai terjadi dipasar-pasar persaingan sempurna ataupun dipasar persaingan tidak sempurna.

  2. Al-Ikhtikar, dalam bahasa dapat kita artikan sebagai orang yang menahan, mengumpulkan atau penimbunan suatu barang.
    Sedangkan dalam istilah ialah seseorang yang membeli sesuatu barang dengan jumlah yang begitu besar, dengan tujuannya agar barang tersebut berkurang di pasar sehingga harga barang yang ditimbun tersebut menjadi naik (terjadi inflasi) dan pada waktu harga sudah naik barulah ia menjual barang yang ditahan atau ditimpunnnya tersebut sehingga ia mendapatkan keuntungan yang besar (berlipat ganda).

    Hukum Ihtikar Menurut Agama Islam berdasarkan kitab suci (Al-Qur’an), As-Sunnah dan Ijma atau pendapat-pendapat para ulama ialah, Para ulama mengatakan, bahwa Ihtikar tergolong dalam perbuatan yang dilarang didalam ajaran agama islam. Dan Sseluruh para ulama sepakat menyatakan bahwa ihtikar itu hukumnya haram.

  3. Talaqqi Rukban, Adalah tindakan yang diperbuat oleh pedagang kota dimana ia sudah tahu harga barang di pasar, kemudian ia membeli barang petani yang tidak memiliki informasi yang benar tentang harga di pasar (dia tidak tahu harga pasar pada saat itu).

    Hal ini tidak diperbolehkan dalam ajaran islam, karena pedagang dari kota tersebut tidak jujur dalam melakukan transaksi jual-beli dimana dia telah menyembunyikan harga pasar yang sebenarnya.

  4. Tadlis (Penipuan); Tadlis merupakan transaksi yang mengandung suatu hal yang tidak diketahui oleh salah satu pihak.

    Dalam agama islam setiap transaksi itu harus didasarkan pada prinsip kerelaan antara kedua belah pihak yaitu pembeli dan penjual, kedua belah pihak tersebut harus memiliki informasi yang sama sehingga tidak ada pihak yang merasa ditipu atau dicurangi.

  5. Taghrir (Garar), Adalah semua jual beli yang mengandung ketidakjelasan, pertaruhan, atau perjudian.
    Hal ini sangat dilarang dalam agama islam, karena di dalam sistem jual beli gharar ini terkandung unsur memakan harta orang lain dengan cara batil, padahal Allah swt telah melarang kepada hambanya memakan harta orang lain dengan cara batil.
Dari penjelasan diatas, masing-masing dari pembahasan tersebut memiliki 4 hal dalam bertransaksi, yaitu sebagai berikut:
  • Kuantitas, mengurangi takaran timbangan. Hal ini terjadi dari unsur kesengajaan dan tanpa pengetahuan dari si pembeli
  • Kualitas, yaitu menyembunyikan kecacatan barang tanpa menyebutkan kualitas barang yang sebenarnya.
  • Harga, memanfaatkan ketidaktahuan pembeli akan harga pasar.
  • Waktu, menyanggupi delivery time yang disadari tidak akan sanggup memenuhinya
Dari pembahasan diatas dapat diberi sebuah kesimpulan bahwa setiap melakukan transaksi jual-beli kita tidak diperbolehkan mengurangi takaran timbangan, menyembunyikan kecacatan barang, menyembunyikan harga barang yang sebenarnya kepada pembeli sehingga kita bisa memanfaatkan harga tersebut, dan yang terakhir ialah dalam segi waktunya, disini kita harus bisa ontime dalam sebuah perjanjian. maksudnya kita tidak boleh mengingkari janji yang telah kita sepakati.

Terima kasih telah membaca artikel tentang 5 Contoh Transaksi Jual Beli yang di Larang di Pasaran.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid