Pengertian Systematic Sampling dan Contohnya

Pengertian Systematic Sampling dan Contohnya


Untuk memudahkan kita dalam melakukan pengambilan sampel penelitian, kita harus bisa membedakan sampling yang akan kita ambil. Secara umum desain sampel ada dua macam yaitu probality sampling dan nonprobality sampling. Probality sampling merupakan suatu teknik sampling dimana setiap elemen dalam populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk diseleksi sebagai subjek dalam penelitian. Probality sampling dibagi menjadi 4 macam yaitu: Simple random sampling, Stratified random sampling, Sytematic sampling, Cluster sampling, dan Multistage sampling. Kali ini kita akan membahas tentang teknik penngambilan sampel ‘Systematic Sampling’.

Pengertian Systematic Sampling:
Systematic Sampling merupakan cara pengambilan sampel dimana sampel pertama ditentukan secara acak, sedangkan sampel berikutnya dimabil berdasarkan satu interval tertentu. Setiap elemen populasi dipilih dengan suatu jarak interval dan dimulai secara random dan selanjutnya dipilih sampelnya pada setiap jarak interval tertentu. Jarak interval misalnya ditentukan angka pembagi 5, 6 dan 10 atau dapat menggunakan dasar urutan abjad. Syarat yang perlu diperhatikan oleh peneliti adalah adanya daftar nama semua anggota populasi, Sampling ini bisa dilakukan dengan cepat dan menghemat biaya, tapi bisa menimbulkan bias. 
Sebagai contoh:
  • Jika anggota populasi sebanyak 5000 orang dan sampel yang dikehendaki sebanyak 200 sampel, maka setiap sampel elemen populasi akan diberikan nomor urut mulai dari 0001 s/d 5.000, maka untuk menentukan jarak interval antara sampel satu dengan sampel berikutnya digunakan rumus sebagai berikut:
K = N/n
Dimana:
K : Jarak interval
N : Jumlah populasi
n : Jumlah sampel
Oleh karenanya bisa kita cari jarak interval dengan rumus diatas, yaitu:
K = 5000/200 = 25

Maka kita sudah mendapatkan jarak interval sebesar 25, langkah selanjutnya adalah sampel secara acak, dan katakanlah sampel yang terpilih adalah anggota populasi dengan nomor urut 0004, maka sampel berikutnya adalah kelipatan 25 yaitu anggota populasi dengan nomor urut 0029, dan begitu pula seterusnya sampai jumlah sampel yang diinginkan tercapai.

Terima kasih telah membaca artikel tentang Pengertian Systematic Sampling dan Contohnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid