https://www.videosprofitnetwork.com/watch.xml?key=6f9f176f0f3a756bc35db1cc74eabf2a

8 Syarat Akad Pembiayaan Gadai

8 Syarat Akad Pembiayaan Gadai Pada Lembaga Keuangan Non Bank


Pada postingan kali ini, saya akan membahas tentang syarat-syarat melakukan akad pembiayaan gadai di salah satu lembaga keuangan Non-Bank yang berbasis syariah (Baitul Mal Wat Tamwil atau singkat dengan BMT) atau biasa kita dengar ‘Koperasi’.

Dalam Al-qur’an telah dijelaskan dalam surah Al-Maidah ayat 1, “Hai orang-orang yang beriman penuhilah akad-akad perjanjian itu”. Hal ini berarti “Barang siapa meminjam dari saudaranya dengan niat ingin mengembalikannya, maka Allah swt akan membantu melunasinya. Dan begitu pula sebaliknya “barang siapa meminjam dengan niat tidak mengembalikannya, maka Allah akan membuatnya bangkrut”. 

Akad pembiayaan gadai merupakan Kesepakatan kedua belah pihak (BMT-Nasabah) untuk melakukan kerjasama pembiayaan dengan Akad Gadai (Al-Rahn) dengan syarat sebagai berikut:
  1. Kerjasama pembiayaan ini didasarkan pada ketakwaan kepada Allah SWT, saling percaya, Ukhuwah Islamiyah dan rasa tanggung jawab.
  2. Pihak kedua (Nasabah) wajib menyerahkan barang gadai berupa; BPKB Motor/ Mobil, Ijazah Terkahir, Surat Tanah, Surat Rumah dll-Nya sebagai objek gadai.
  3. Pihak pertama menilai barang gadai sesuai dengan harga taksiran, dan barang gadai sebagai dasar jumlah uang yang diterima oleh pihak kedua (Nasabah). 
  4. Pihak kedua (Nasabah) wajib mengembalikan uang kepada Pihak pertama (BMT) selambat-lambatnya pada saat jatuh tempo yang telah disepakati kedua pihak.

  5. Selama pembiayaan berlangsung, Pihak Kedua bersedia membayar biaya titipan (Kepada Pihak BMT) sebagai biaya pemeliharaan barang gadai, dan membayar biaya administrasi pada saat pencairan. 

  6. Apabila terhitung 1 (satu) bulan setelah tanggal jatuh tempo, barang gadai tidak ditebus oleh Pihak Pertama (Nasabah), maka diselesaikan dengan jalan musyawarah, atau barang gadai akan dilelang oleh pihak BMT, Hal ini sesuai dengan kebijaksanaan dari Pihak Pertama (BMT).
  7. Hasil lelang akan dijadikan sumber pelunasan kewajiban pihak kedua (Nasabah), dan apabila ada kelebihan dari hasil lelang, maka kelebihannya dana tersebut  akan dikembalikan kepada Pihak Kedua (Nasabah), setelah dipotong biaya lelang.
  8. Dalam pelaksanaan pembiayaan ini tidak diharapkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dikarenakan dasar-dasar transaksi ini adalah semata-mata karena Allah SWT, namun apabila karena kehendak-Nya pula terjadi permasalahan, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikannya melalui baik-baik dan diselesaikan menurut peraturan yang berlaku di BMT tersebut.
Jangka waktu pembiayaan ini, biasanya selama; 20 bulan, 24 bulan, 36 bulan, dll-Nya (Sesuai kesepakatan kedua belah pihak). Kewajiban imbalan sewa anggota pembiayaan kepada pihak BMT dibayar perbulan, biasanya imbalan sewanya sekitar 4000 (empat ribu rupiah) perhari atau 120 (seratus dua puluh ribu) perbulan.

Hal ini tidak bisa menjadi patokan karena setiap lembaga keuangaan bisa jadi berbeda upah-imbalan sewanya. Jumlah kewajiban Imbalan Sewa Anggota Pembiayaan kepada BMTIA atas Pembiayaan ini.

Apabila terjadi “Kelalaian Anggota Pembiayaan untuk melaksanakan kewajibannya (Membayar angsuran-nya) atau lewat waktu membayar angsuran perbulannya, maka hal ini telah memberi bukti bahwa Anggota Pembiayaan tersebut telah melalaikan kewajiban dan akan diberi (SP) surat pernyataan dari pihak BMT.

 Terima kasih telah membaca artikel tentang 8 Syarat Akad Pembiayaan Gadai Pada Lembaga Keuangan Non Bank.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid