Perniagaan bangsa Arab Mengenai Riba

Perniagaan bangsa Arab Mengenai Riba yang di Anggap Sebagai Komponen Ekonomi


Kehidupan Perniagaan bangsa Arab telah dikenal dalam sejarah, Dimana mata pencarian penduduk di kawasan ini ialah berdagang atau di dalam Al-Qur’an dikenal dengan Perniagaan. 

Dengan keadaan wilayah yang kering, padang pasir yang penuh bebatuan dan pengunungan tandus bangsa arab harus rela menerima kondisi seperti ini. Pada saat sekarang ini selain perdagangan, hasil pertanian di wilayah Arab sudah dapat dinikmati oleh kalangan dunia. Contohnya saja ‘Kurma’, dimana kurma telah menyebar Luas di seluruh dunia.

Kebiasaan membungakan uang telah menjadi suatu bagian dalam perekonomian masyarakat arab, dan begitu pula di negara-negara lain. Faktanya; mereka menganggap bahwa ‘bunga telah dianggap sebagai komponen yang sangat penting dalam sistem perekonomiaan yang ada. 

Namun, Ajaran islam membantah anggapan seperti ini. Islam menganggap ‘bunga sebagai suatu kejahatan ekonomi yang membawa pengaruh yang membahayakan bagi perekonomian dan kehidupan sosial umat. Di dalam Al-qur’an telah jelas ditegaskan larangan memakan harta secara Riba (Bunga). Oleh karena itu, Al-qur’an yang menggunakan kata ‘Riba’ (untuk bunga) menyatakan bahwa bunga diharamkan dalam kehidupan komunitas masyarakat muslim.

Pada kenyataannya, masyarakat Arab pra-islam sendiri tidak membedakan antara riba dengan perdagangan, mereka memang menganggap riba sebagai salah satu bentuk perdagangan. Mereka berpendapat, Misalnya; ‘Jika seseorang memberi pinjaman 2 dinar dan menerima pengembaliannya 2,5 dinar dari pinjaman, mereka menganggap ini ialah hal yang wajar dan halal karena jenis transaksi tersebut dilakaukan dengan persetujuan kedua pelah pihak.

Bahwa sebenarnya Al-qur’an telah meluruskan pemikiran-pemikiran yang keliru tersebut, bahwa perdagangan tidaklah seperti riba, dan riba bukanlah bentuk perdagangan.

Allah swt berfirman dalam (Q.S Al-Baqarah: 275) “Keadaan mereka yang demekian itu, ialah disebabkan mereka berkata, sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengahramkan riba”.

Maka dari itu, mulai sekarang jauhilah riba, tinggalkanlah semua bentuk transaki-transaksi yang dilarang dalam ajaran islam seperti; Tadlis (penipuan), Iktihkar (Penimbunan barang yang menyebabkan harga menjadi naik) dan Gharar, mintaklah Ampunan kepada Allah atas apa yang telah dilakukan di dunia ini.

Terima kasih telah membaca artikel tentang Perniagaan bangsa Arab Mengenai Riba yang di Anggap Sebagai Komponen Ekonomi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid