Definisi Karma dan Penjelasan Hukumnya

Definisi Karma dan Penjelasan Hukumnya


Kata 'karma' berarti "Hukum sebab-akibat moral". Secara umum karma berarti mempercayai bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup manusia merupakan akibat perbuatan manusia itu sendiri.

Contohnya; "Jika ada orang yang mendapatkan musibah dan sial secara terus-menerus, maka semua itu adalah akibat perbuatan yang dia lakukan di masa lalu. Seandainya ia tidak mendapat balasan semua hidup di dunia, kemungkinan besar perbuatannya tersebut akan dibalaskan kepada keluarganya (keturunannya).

Kalau kita lihat di negara kita (Indonesia), pemahaman tentang karma berkembang menjadi sebuah hukuman bagi seorang pelaku kejahatan. Sehingga kondisi orang yang mendapatkan karma itu dipandang sebagai perbuatan negatif/ jahat saja.

Oleh karena itu, mungkin jarang kita mendengar jika ada orang yang ingin berbuat baik kepada orang lain ada yang menegur, dengan ucapan seperti ini "hey..hati-hati berbuat baik sama dia, nanti kena karmanya lho!" Hehehe....

-Hukum Karma dalam Islam; Agama islam ialah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, Allah swt juga memiliki nama lain yang berhubungan dengan keadilan seperti; Al-'Adl (yang Maha Adil) atau Al-Hakim (yang Maha Menghakimi). 
Di dalam kitab suci Al-Qur'an sudah dijelaskan bahwa semua perbuatan, baik ataupun buruk, pasti akan mendapat balasannya.

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula". QS. Al-Zalzalah:7-8)

Menurut pemahaman saya sendiri hukum karma tidak ada dalam islam, karena berbeda dengan prinsip keimanan. Dalam perspektif islam kita menyadari bahwa Allah swt memiliki nama 'Maha Adil', dengan sifat keadilan Allah tersebut maka semua perbuatan yang telah kita lakukan di dunia baik itu perbuatan kebaikan maupun keburukan yang kita lakukan tentunya semua perbuatan tersebut  pasti akan ada balasannya, baik di dunia ataupun di akhirat nantik.

Namun, islam tidak mengenali yang namanya kesempatan kedua untuk turun di dunia memperbaiki  diri, segala kesalahan serta adanya dosa turunan yang akan diwariskan kepada keturunannya.
Hal ini sesuai dengan hadits rasulullah saw, "Setiap dari kamu ialah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya (perbuatannya)." (HR.Bukhari)

Tidak semua hal yang terjadi pada diri manusia karena 'investasi' kebaikan atau kejahatannya di masa lalu. Karena bisa saja kebaikan yang diberikan oleh Allah kepada manusia itu karena memang Allah sedang mencurahkan rahmat-nya, atau bisa juga permasalahan yang dihadapi manusia adalah suatu cobaan dari-nya yang bertujuan untuk menguji keimanan manusia agar dapat lulus ke level selanjtnya.

Terima kasih telah membaca artikel tentang Definisi Karma dan Penjelasan Hukumnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid