Syarat-Syarat Sahnya Shalat Qashar

Syarat-Syarat Sahnya Shalat Qashar


Sebelum kita masuk kepembahasan materi, saya akan mengulas sedikit tentang apa yang dimaksud dengan shalat qashar.

  • Shalat Qashar adalah shalat yang dipendekkan atau diringkaskan. Seorang musafir atau orang yang lagi melakukan perjalan jauh diperbolehkan mengqashar shalat fardhu (shalat wajib) yang empat rakaat menjadi dua rakaat. Shalat maghrib (3 rakaat) dan shalat shubuh (2 rakaat) tidak boleh di qashar, dalam artian shalat tersebut tidak boleh diringkas atau dipendekkan, tetap dilakukan seperti mana biasanya.

Hukum shalat qashar itu boleh, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’ann surah An-Nisa’ ayat 101. Menurut madzhab Syafi’i, beliau menyatakan lebih baik mengqashar bagi orang yang musafir yang cukup syarat-syaratnya. Orang boleh mengqashar shalat apabila sudah memenuhi syarat-syarat berikut.

Syarat-Syarat Sahnya Shalat Qashar:

  • Jarak perjalanan sekurang-kurangnya dua hari perjalanan kaki, atau dua marhalah (yaitu sama dengan 16 farsah). Kalau kita bahas tentang jarak jauh ini, menurut Syekh Abdur Rahman Al-Jaziri, jilid 1 halaman 472. Beliau menyatakan 16 farssakh = 80.640 km (dibulatkan menjadi 81 km). Kebanyakan menurut ulama di indonesia menerangkan bahwa 16 farsakh itu = 138 km.
  • Bepergian bukan untuk maksiat. Tetapi untuk melakukan hal-hal yang baik, seperti menuntut ilmu, pergi peperangan membela agama islam, dan sebagainya.
  • Shalat yang boleh diqashar hanya shalat empat rakaat saja (yaitu zhuhur, asyar, dan ‘isya. Cara mengqashar ialah supaya shalat yang empat rakaat itu dikerjakan atau dijadikan dua rakaat saja. Adapun shalat shubuh dan maghrib tidak boleh diqashar.
  • Niat mengqashar pada waktu Takbiratul ihram.
  • Tidak ma’mun kepada orang shalat yang bukan musafir

Niat shalat qashar, Artinya: "Sengaja aku shalat Fardhu zhuhur dua rakaat qashar karena Allah taala".
Berapa lamakah orang yang dikatakan sebagai musafir.? Sebagai para ulama menyatakan batas waktu musafir ialah tiga hari tiga malam saja, selebinya dianggap sudah menjadi muqim. Orang musafir yang tinggal selam tiga hari itu, belum bisa dikatakan sebagai muqiim, tetapi masih disebut musafir, sehingga ia boleh mengerjakan shalatnya dengan menqashar. Jika ia berdiam diri lebih dari tiga hari, maka bukanlah dianggap musafir lagi.

Terima kasih telah membaca artikel tentang Syarat-Syarat Sahnya Shalat Qashar




Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid