Hal-Hal yang Dapat Memutuskan Pernikahan

Hal-Hal yang Dapat Memutuskan Pernikahan


Sering kali kita lupa tentang kehidupan setelah menikah. Banyak pasangan yang pada akhirnya berpisah, karena tidak kuat menghadapi cobaan berat yang menimpa rumah tangga. Agar kisah cintamu tidak berakhir dengan cara tragis, maka kita harus bisa mengambil sebuah keputusan yang tepat walaupun mungkin sulit dilakukan. Dibawah ini ada beberapa hal yang dapat memutuskan pernikahan, yaitu:
  • Karena salah satu suami istri meninggal; Meninggal dunia memang tidak bisa kita hindari sedikitpun, memang hal ini akan terjadi pada tiap-tiap makhluk yang bernyawa.
  • Karena talak; Yang dimaksud dengan talak ialah melepaskan ikatan nikah dari pihak suami dengan mengucapkan lafadz yang tertentu, seperti; suami berkata terhadap istrinya: “Engkau telah kutalak”, dengan ucapan seperti ini ikatan nikah antara suami dan istri tadi menjadi lepas, artinya suami istri jadi bercerai. 
    Talaq merupakan perbuatan yang halal, namun juga suatu hal yang dibenci oleh Allah swt. Sebagaimana sabda Rasulullah saw: Artinya: “Dari Ibnu ‘umr ra. Ia berkata: Rasulullah saw telah bersabda: “Diantara hal-hal yang halal namun dibenci oleh Allah swt ialah Thalaq." (H.R.Abu Dawud & Ibnu Majah dan disahkan oleh Hakim dan Abu Hatim menguatkan mursalnya).

  • Karena Fasakh; Yang dimaksud dengan Fasakh yaitu salah satu diantara suami istri itu merusak ke pengadilan tentang perkawinan itu. Fasakh artinya rusak atau putus. Maksud fasakh ialah perceraian dengan merusak (merombak) hubungan nikah antara suami isteri. Dimana perombaan ini dilakukan oleh Hakim dengan syarat-syarat dan sebab-sebab yang tertentu tanpa ucapan talak. Perceraian dengan fasakh tidak dapat diruju’. Kalau suami hendak kembali kepada istrinya maka harus dengan akad baru.

  • Karena Khulu’; Yang dimaksud dengan ialah perceraian yang terjadi atas kemauan istri dengan membayar ‘iwadl kepada suami, misalnya kata suami: “kau kutalag dengan bayaran seratus ribu rupiah.
    Perceraian yang dilakukan secara khulu’ berakibat bekas suami tidak dapat ruju’ lagi dan tidak boleh menambah talaq sewaktu ‘iddah, hanya dibolehkan kawin lagi atau kembali dengan akad yang baru.
  • Karena Ila’; Ila’ artinya suami bersumpah tidak akan mencampuri isterinya selama 4 bulan atau lebih, atau dalam masa yang ditentukan. Bersumpah seperti yang tersebut diatas, hendaknya ditunggu sampai 4 bulan, kalau dia kembali baik karena isterinya sebelum 4 bulan, maka dia wajib membayar denda sumpah (kifarat) saja. Tapi kalau sampai 4 bulan dia tidak kembali baik dengan isterinya, hakim berhak menyuruh pilih kepadanya diantara dua perkara, pertama: membayar kifarat sumpah, kemudian baik dengan isterinya, atau mentalaq isterinya. Apabila suami tidak melakuakn satu dari 2 perkara tersebut, maka hakim berhak menceraikan isterinya dengan paksa.

  • Karena Dhihar; Yang dimaksud dengan dhihar ialah ucapan suami yang menyerupakan isterinya sama dengan ibunya, seperti kata suami kepada isterinya: “Punggungmu seperti punggung ibuku”. Apabila seorang suami mengatakan hal yang demikian dan tidak diteruskan kepada talaq, maka suamu tersebut wajib baginya membayar kifarat dan haram bercampur dengan isterinya sebelum kifarat dibayar. Hal ini sesuai dengan firman Allah swt dalam Al-Qur’an surah AL-Mujadalah ayat 2.
  • Karena Li’an; Yang dimaksud dengan li’an ialah ucapan tertentu yang digunakan untuk menuduh isteri yang telah melakukan perbuatan yang mengotori dirinya (berzina). Suami melakukan li’an apabila ia telah menuduh isterinya berzina. Tuduhan ini pembuktiannya harus dilakukan dengan mengemukakan 4 orang saksi laki-laki. Orang yang menuduh orang lain berzina dan ia dapat membuktikannya, akan dihukum pukul dengan 80 kali. Hukuman ini berlaku pula terhadap suami yang menuduh isterinya berzina. Hukuman tersebut dapat ditolak dengan salah satu jalan, yaitu: 1.) Mengemukakan empat orang saksi laki-laki, 2) Melakaukan li’an. Hal ini sesuai dengan firman Allah swt dalam Al-qur’an surah AN-Nur ayat 6-7.

    Cara melakukan li’an ialah suami mengucapkan dihadapan hakim empat kali, “dengan nama Allah aku bersaksi, bahwa aku seorang yang benar tentang tuduhan terhadap isteriku Fulanah berzina.
Terima kasih telah membaca artikel tentang Hal-Hal yang Dapat Memutuskan Pernikahan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid