https://www.videosprofitnetwork.com/watch.xml?key=6f9f176f0f3a756bc35db1cc74eabf2a

Pengertian Inflasi Secara Konvensional

Pengertian Inflasi Secara Konvensional


1. Teori Inflasi Konvensional.

  • Secara umum inflasi merupakan kenaikan tingkat harga secara umum dari barang atau komoditas dan jasa selama suatu periode waktu tertentu. 
  • Definisi inflasi oleh para ekonom modern, yaitu kenaikan yang menyeluruh dari jumlah uang yang harus dibayarkan (nilai unit penghitungan moneter) terhadap barang-barang/ komoditas dan jasa. Sebaliknya, jika yang terjadi adalah penurunan nilai unit penghitungan moneter terhadap barang-barang/ komoditas dan jasa didefinisikan sebagai deflasi (deflation).
  • Inflasi dapat dianggap sebagai fenomena moneter karena terjadinya penurunan nilai unit penghitungan moneter terhadap suatu komoditas. 

Kalau kita lihat dalam teori inflasi dalam islam, Ada sebagian kalangan mengatakan bahwa Islam tidak mengenal inflasi, karena mata uang yang di gunakan ialah dinar dan dirham yang stabil.

Kenaikan Harga, Harga suatu barang atau jasa dikatakan naik jika harganya menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan harga atau periode sebelumnya. Contohnya; Sekarang ini harga cabai menjadi naik karena sekarang musim hujan yang menyebabkan cabai sebelum di panen menajdi busuk, otomatis kuantitas cabai tersebut menurun. Jadi para petani meningkatkan harga cabai agar dapat menjangkau kerugian yang di dapat. Harga cabai sebelum musim hujan Rp-30.000/kg, dan pada saat kuantitas menurun harganya menjadi Rp-60.000/kg.

Untuk dapat mengerti apa dan bagaimana inflasi itu, perlu dipahami bahwa mata uang mempunyai fungsi-fungsi dalam perekonomian, yaitu sebagai berikut:

  1. Media perkonomian 
  2. Pengukur nilai
  3. Unit perhitungan dan akuntansi 
  4. Penyimpan nilai
  5. Instrument terms of payment.

Sedangkan motif orang penyimpan uang adalah:

  1. Transactionary Motive
  2. Precautionary Motive
  3. Speculative (Investment) Motive

Lalu apa sebenarnya inflasi itu sendri? Kalimat “too much money chasing to few goods” mungkin dapat membantu menggrafikkannya. Menurut Paul A. Samuaelson, inflasi itu merupakan seperti sebuah penyakit, inflasi dapat digolongan menurut tingkat keparahnya, yaitu sebagai berikut:

  • Moderate Inflation: karakteristiknya ialah kenaikan tingkat harga yang lambat. Umumnya disebut sebagai ‘Inflasi satu digit’. Pada tingkat inflasi seperti ini orang-orang masih mau untuk memegang uang dan penyimpan kekayaannya dalam bentuk uang dari pada dalam bentuk asset riil.
  • Galloping inflation: inflasi pada tingkat ini terjadi pada tingkatan 20%-200% per tahun. Pada tingkatan inflasi seperti ini orang hanya mau memegang uang seperlunya saja, sedangkan kekayaannya disimpan dalam bentuk asset-aset rill. Orang akan menumpukan barang-barang, membeli rumah dan tanah.
  • Hyper Inflation: inflasi jenis ini terjadi pada tingkatan yang sangat tinggi yaitu jutaan trilyunan persen pertahun. Walaupun sepertinya banyak pemerintahan perekonomiannya dapat bertahan menghadapi galloping inflation, akan tetapi tidak pernah ada pemerintah yang dapat bertahan menghadapi inflasi jenis ketiga yang amat ‘mematikan’ Contonya adalah Weimar Republic di jerman pada tahun 1920-an. 

Selain itu , inflasi dapat digolongkan karena penyebab-penyebabnya yaitu sebagai berikut:

  1. Human Error Inflation, Inflasi yamg disebabkan oleh manusia itu sendiri.
  2. Cost Push Inflation, Hal ini disebabkan oleh kenaikan biaya produksi, jika harga bahan-bahan yang dibutuhkan untuk kepentingan produksi maka produksi yang dihasilkan akan semakin menurun.
  3. Demand Full Inflation (Tarikan Permintaan), Hal ini terjadi karena disebabkan oleh kelebihan permintaan produksi.
  4. Domestic Inflation,  Penyebab inflasi ini ialah yang ditimbulkan oleh faktor-faktor dalam negeri, Contohnya; Defisit anggaran belanja negara.
  5. Natural Inflation, Inflasi ini disebabkan oleh sebab-sebab alamiah atau dapat terjadi karena adanya gangguan terhadap jumlah produksi barang dan jasa dalam suatu perekonomian.
  6. Imported Inflation, Yaitu inflasi yang disebabkan oleh kenaikan barang-barang impor. 

Terima kasih telah membaca artikel tentang Pengertian Inflasi Secara Konvensional.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid