https://www.videosprofitnetwork.com/watch.xml?key=6f9f176f0f3a756bc35db1cc74eabf2a

Hal yang Dilarang Dalam Memproduksi Barang dan Jasa

Hal yang Dilarang Dalam Memproduksi Barang dan Jasa


Sebelum kita membahas tentang 'Hal-Hal yang Dilarang Dalam memproduksi barang dan atau jasa' Alangkah indahnya kita mengetahui dulu apakah yang dimaksud dengan 'Pelaku usaha'.
Pelaku usaha, ialah setiap orang perseorangan (badan usaha), baik yang berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam wilayah hukum Negara RI, baik sendiri maupun bersama-sama melalui perjanjian menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi.

Perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha telah diatur dalam UU No 8 Tahun 1999 pasal 8-pasal17 yang membahas tentang larangan dalam memproduksi atau memperdagangkan, larangan dalam menawarkan, larangan-larangan dalam penjualan secara obral/ lelang, dan dimanfaatkan dalam ketentuan periklanan .

Dibawah ini ada beberapa larangan bagi Pelaku usaha dalam memproduksi dan atau memperdagangkan barang dan atau jasa, yaitu:
  • Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberi informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud. 
  • Dilarang, karena tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
  • Dilarang karena Tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan 'halal' yang dicantumkan dalam tabel.
  • Dilarang karena Tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam tabel barang tersebut.
  • Tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan, dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya.
  • Tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan, atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, keterangan barang dan atau jasa tersebut.
  • Tidak sesuai dengan tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam keterangan barang dan atau jasa tersebut.
  • Tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan atau jasa.
  • Tidak mencantumkan tanggal kedaluarsa atau jangka waktu penggunaan atau pemanfaatan yang paling baik atas barang tersebut.
  • Tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat/ isi bersih, komposisi, aturan pihak, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha.
  • Tidak mencantumkan informasi atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Bagi pelaku usaha yang melanggar aturan-aturan diatas, maka pelaku usaha akan mendapat sanksi atas sangketa. Hal ini pun telah diatur di Dalam UU No.  8 Tahun 1999 pasal 62 yang membahas tentang perlindungan konsumen. 

Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku usaha akan mendapat sanksi atas sanketa berupa, yaitu:
1.) Dihukum dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp-2.000.000.000 (dua miliar) terhadap pelanggaran dibawah ini:
  • Pelaku usaha yang memproduksi atau memperdagangkan barang yangtidak sesuai denga berat, jumlah, ukuran, takaran, jaminan, keistimewaan, kemanjuran, komposisi, mutu sebagai mana yang dinyatakan dalam label atau keterangan tentang barang tersebut (Pasal 8 ayat 1).
  • Pelaku usaha yang tidak mencantumkan tanggal kedaluarsa (pasal 8 ayat 1).
  • Memperdagangkan barang rusak, cacat, atau tercemar (pasal 8 ayat 2).
2.) Dihukum dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau pidana denda paling banyak Rp-500.000.000 (lima ratus juta rupiah terhadap pelanggaran dibawah ini:
  • Pelaku usaha yang melakukan penjualan secara obral dengan mengelabui atau menyesatkan konsumen dengan manaikkan harga atau tarif barang sebelum melakukan obral.
  • Pelaku usahan periklanan yang memproduksi iklan yang tidak memuat informasi mengenai risiko pemakain barang atau jasa. 
Terima kasih telah membaca artikel tentang Hal yang Dilarang Dalam Memproduksi Barang dan Jasa.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid