https://www.videosprofitnetwork.com/watch.xml?key=6f9f176f0f3a756bc35db1cc74eabf2a

Definisi dari Distribusi Kekayaan

 Definisi dari Distribusi Kekayaan


Kegiatan Distribusi dalam konteks konvensional  merupakan aktivitas/ kegiatan  menyalurkan produk barang  atau jasa dari produsen  kepada konsumen. Perseorangan/ Perusahaan yang menyalurkan barang disebut dengan istilah 'Distributor'. Sedangkan Distribusi di jelaskan dalam kitab susi Al-Qur’an dengan istilah 'Dulah' yang beratinya 'Peredaran'. Prinsip utama distribusi dalam pandangan Islam adalah peningkatan dan pembagian atas hasil kekayaan yang dimiliki agar sirkulasi kekayaan dapat ditingkatkan, dengan prinsip ini kekayaan yang ada dapat melimpah dengan merata dan tidak hanya beredar di antara golongan tertentu saja (orang kaya saja).

Teori distribusi kekayaan dalam konteks ekonomi konvensional ialah  teori yang menjelaskan tentang cara-cara pendapatan dan kekayaan didistribusikan dalam suatu perekonomian. Termasuk didalamnya masalah tentang alokasi faktor-faktor produksi, Seperti; Ttanah, tenaga kerja dan modal. 

Sedangkan dalam konteks ekonomi islam yaitu konsep dari distribusi kekayaan berjalan pada dua tingkatan, yaitu: 
  • pertama; distribusi sumber-sumber produksi. Yaitu kekayaan produktif hasil dari aktivitas produksi melalui kombinasi sumber-sumber produksi yang di hasilkan manusia melaui kerja.
  • kedua; distribusi kekayaan produktif. Yaitu Sumber-sumber produktif yang terkait dengan tanah, bahan-bahan mentah, alat-alat dan mesin yang dibutuhkan dalam kegiatan memproduksi Sedangkan yang termasuk dengan kekayaan produktif hasil dari proses pengolahan atau hasil dari aktivitas produksi melalui kombinasi sumber-sumber produsi yang di hasilkan manusia melaui kerja
Apakah Objek dari distribusi kekayaan menurut pandangan Islam? Objeknya yaitu ada tiga bentuk:
  1. Pembentukan sistem ekonomi praktis.
  2. Penghapusan konsentrasi kekayaan.
  3. Mengaktifkan setiap orang untuk mendapatkan apa yang menjadi haknya.
Langkah/ cara yang di ambil untuk membagai kekayaan pada masyarakat, itu bisa melalui seperti; kewajiban mengeluarkan zakat, infak. memberi bantuan kepada orang miskin atau orang yang membutuhkan, dan kegiatan amal shaleh lainnya.

Bagaimana caranya untuk mewujudkan agar distribusi kekayaan itu merata? Untuk mewujudkannya maka ada beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu:
  • Mengganti istilah ilmu ekonomi dengan istilah Iqtishad, Dimana igtishad ini mengandung arti Selaras, setara dan seimbang.
  • Menyusun dan merekonstruksi ilmu ekonomi tersendiri yang bersumber dari Al-Qur’an dan Assunnah.
-Distribusi Antar Individu Manusia
  • Distribusi antar individu secara Ekonomis; Yaitu terjadinya proses distribusi antar individu di dalam pasar syariah. Bidang pengembangan kepemilikan meliputi; Bidang Pertanian, Perdagangan, Industri, Investasi, dan bidang Ketenagakerjaan.
  • Distribusi antar individu secara Non Ekonomis; Yaitu terjadinya proses distribusi antar manusia yang muncul karena adanya dorongan untuk memperoleh pahala dari sisi Allah SWT. Amaliah individu yang bersifat non ekonomis; Zakat, Shodaqoh, hadiah, dll-Nya.
-Distribusi Oleh Nagara.
Perbedaan prinsip yang paling mendasar antara APBN kapitalis dengan Baitul Mal ialah mengenai sumber utama pendapatannya dan alokasi pembelanjaannya.
  • Sistem Ekonomi Kapitalis, Sumber utama pendapatan negara hanya berasal dari pajak.
  • Pengeluaran utamanya hanyalah untuk membiayai kebutuhannya sendiri, seperti: Administrasi negara, operasional departemen pemerintah, pertahanan keamanan dll-nya.
  • Apabila anggaran pemerintah mengalami defisit, maka biasanya akan ditutup dengan salah satu dari empat cara yaitu; Penjualan obligasi, Pinjaman dari bank sentral dengan mencetak uang baru, Pinjaman di pasar uang atau modal di dalam negeri atau luar negeri, Pinjaman atau bantuan resmi dari pemerintah negera-negara donor.

  • Sedangkan Prinsip Dasar Penyusunan Baitul Mal, Yaitu Sumber  penerimaan Baitul Mal sama sekali tidak mengandalkan dari sektor pajak. Ada 3 sumber utama Kas Baitul Mal, yaitu:
    -Individu: shodaqoh, hibah, zakat, dll-Nya
    -Umum: Pertambangan, minyak bumi, batubara, Gas, dll-Nya. 
    -Negara: Jizyah, kharaj, ghanimah, fa’I, ‘usyur.
Dalam sistem pengeluaraan pada sistem ekonomi Islam, Kepala Negara (Khalifah) memiliki tugas/ kewajiban penuh untuk menetapkan anggaran belanjanya tanpa harus meminta persetujuan dari Majelis Ummat.

Terima kasih telah membaca artikel tentang Definisi dari Distribusi Kekayaan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid