Pengertian dari Hukum Syara’ dan Pembagiannya

Pengertian dari Hukum Syara’ dan Pembagiannya 


  • Secara etimologi kata hukum (al-hukm) berarti المنع "mencegah" atau القضاء "memutuskan"
  • Sedangkan Secara terminology ushul fiqh, hukum berarti :
  • خطاب الله المتعلق بأفعال المكلفين بالاقتضاء او التخيير اوالوضع
  • Artinya: "Khitab (kalam) allah yang mengatur amal perbuatan orang mukalaf, baik berupa iqtidla (perintah, larangan, anjuran untuk melakukan atau anjuran untuk meninggalkan), takhyir (kebolehan bagi orang mukalaf untuk memilih antara melakukan dan tidak melakukan ), atau wadl` (ketentuan yang menetapkan sesuatu sebagai sebab, syarat,  mani’ (penghalang).
Pembagian Hukum Syara’:
  1. Hukum taklifi, ialah sesuatu yang menuntut suatu pekerjaan dari mukallaf, atau menuntut untuk berbuat, atau memberikan pilihan kepadanya antara melakukan dan meninggalkannya
Macam-Macam hukum taklifi:
  • Ijab, ialah tuntutan syar’i yang bersifat untuk melaksanakan sesuatu dan tidak boleh ditinggalkan.
  • Tahrim, ialah tuntutan untuk tidak mengerjakan suatu perbuatan dengan tuntutan yang memaksa. 
  • Ibahah, ialah khitab Allah yang bersifat fakultatif mengandung pilihan antara berbuat atau tidak berbuat atau tidak berbuat secara sama.
  • Nadb, yang dimaksud dengan Nabd ialah tuntutan untuk melakukan sesuatu perbuatan yang tidak bersifat memaksa (tidak ada unsur paksaan dalam melakukan sesuatu), melainkan anjuran, sehingga seseorang tidak dilarang untuk meninggalkannya. 
  • Karahah, ialah tuntutan untuk meninggalkan suatu perbuatan, tetapi tuntutan itu diungkapkan melalui redaksi yang tidak bersifat memaksa. 
Hukum Taklifi Menurut Ulama Hanafiyah ada 7, yaitu:
*Iftiradh    =    Fardhu
* Ijab   =    Wajib
* Nadb   =    Sunnah
(al-Amr   =    Perintah/Anjuran)

*Ibahah = Mubah

*Karahah Tanziyah
*Karahah Tahrimiyah
*Tahrim =  Haram
(al-Nahy =Larangan)

2.) Macam-Macam hukum wadh’i, yaitu sebagai berikut:
  • Sebab, ialah suatu hukum yang dijadikan syar’i sebagai tanda adanya hukum. 
  • Syarat, ialah sesuatu yang berada diluar hukum syara’tetapi keberadaan hukum syara bergantung kepadanya.
  • Mani’/penghalang, ialah sifat yang keberadaannya menyebabkan tidak ada sebab atau tidak ada hukum.
  • Shahih, ialah suatu hukum yang sesuai dengan tuntutan syara', yaitu terpenuhnya sebab, syarat dan tidak ada mani' atau penghalang.
  • Bathil, yang dimaksud dengan bathil ialah terlepasnya hukum syara' dari ketentuan yang ditetapkan dan tidak ada akibat hukum yang ditimbulkannya. 
  • Azimah & Rukhshah 
Dibawah ini, kita akan membahas tentang tujuan Pokok Disyariatkannya Hukum Islam, ialah:
  • Secara umum, para pakar hukum Islam merumuskan bahwa tujuan disyariatkannya hukum Islam ialah untuk kebahagiaan hidup manusia dengan jalan mengambil segala yang bermanfaat dan mencegah atau menolak segala yang mudarat dan yang membawa pada mudarat.
Terima kasih telah membaca artikel tentang Pengertian dari Hukum Syara’ dan Pembagiannya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid