Pengertian dan Asas-Asas dari Hukum Perikatan

  Pengertian dan Asas-Asas dari Hukum Perikatan



Apakah yang dimaksud dengan 'Hukum Perikatan'?. 

  • Hukum perikatan merupakan suatu hubungan hukum dalam lapangan harta kekayaan antara dua orang atau lebih, dimana pihak yang satunya berhak atas sesuatu dan pihak lain berkewajiban atas sesuatu. Jadi, hubungan hukum dalam harta kekayaan ialah merupakan suatu akibat hukum, akibat hukum dari suatu peristiwa hukum lain yang melahirkan perikatan. Dari defrnisi tentang hukum perikatan di atas dapat kita  ketahui bahwa hukum perikatan itu terdapat dalam aspek hukum harta kekayaan, dalam bidang hukum waris, hukum pribadi dan terdapat juga dalam aspek hukum keluarga.

Di dalam sebuah perikatan, pasti ada perikatan untuk berbuat sesuatu dan untuk tidak berbuat sesuatu. Yang dikatakan dengan perikatan untuk berbuat sesuatu, yaitu mengerjakan perbuatan yang sifatnya positif (baik), halal, tidak melanggar undang-undang dan sesuai dengan perjanjian. Sedangkan yang dimaksud perikatan untuk tidak berbuat sesuatu itu ialah, untuk tidak mengerjakan perbuatan tertentu yang telah disepakati dalam perjanjian. Misalnya, perjanjian untuk tidak membuat bangunan yang sangat tinggi sehingga menutupi sinar matahari.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang 'Dasar Hukum Perikatan'?.
Sumber hukum perikatan yang ada di Indonesia ialah perjanjian dan undang-undang, dan sumber dari undang-undang dapat dikelompokkan menjadi undang-undang melulu dan undang-undang dan perbuatan manusia. Yang dimaksudkan dengan undang-undang melulu itu ialah undang-undang yang dibuat sebelum adanya peristiwa atau masalah yang terjadi. Sedangkan undang-undang perbuatan manusia itu dibuat karena sudah adanya peristiwa yang terjadi.

Berikut ini ada beberapa dasar hukum perikatan yang berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata), yaitu:

  • Perikatan yang timbul dari undang-undang
  • Perikatan yang timbul dari persetujuan (perjanjian)
  • Perikatan terjadi bukan perjanjian, tetapi terjadi karena perbuatan karena melanggar hukum.

Azas-azas hukum perikatan.

  • Asas Konsensualisme, Asas konsnsualisme ini dapat kita determinasi dalam KUHPerdata, Pasal 1320 ayat. Intinya dari asas ini ialah untuk sahnya suatu perjanjian maka dibutuhkan 4 syarat, yaitu:
    1). Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya
    2). Kecakapan untuk membuat suatu perjanjian
    3). suatu sebab yang halal.
    4). suatu hal tertentu
  • Asas Kebebasan Berkontrak, Asas kebebasan berkontrak ini dapat kita determinasi dalam KUHPerdata, Pasal 1338. Intinya ialah semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang undang bagi mereka yang membuatnya. Jadi, keputusan tersebut memberikan kebebasan para pihak untuk:
    a). Bebas untuk melakukan perjanjian dengan siapapun;
    b). Bebas untuk melakukan atau tidak melakukan perjanjian
    c). Bebas untuk menentukan bentuk perjanjian, yaitu tertulis atau lisan
    d). Bebas untuk menentukan isi perjanjian, pelaksanaan, dan persyaratannya
  • Asas Pacta Sunt Servenda, Asas ini berhubungan dengan akibat suatu perjanjian. Dimana asas ini diatur dalam KUHPerdata, Pasal 1338 ayat 1.
    a). Perjanjian yang diciptakan secara sah berlaku sebagai undang-undang
    b). Para pihak harus menghormati perjanjian dan melakukannnya karena perjanjian itu merupakan kehendak.
Dari ketiga asas diatas tersebut, masih terdapat beberapa asas hukum perikatan nasional, seperti:

  • Asas kepastian hukum
  • Asas kepercayaan
  • Asas moral;
  • Asas kepatutan
  • Asas perlindungan
  • Asas keseimbangan
  • Asas persamaan hukum
  • Asas kebiasaan
Terima kasih telah membaca artikel tentang Pengertian dan Asas-Asas dari Hukum Perikatan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid