https://www.videosprofitnetwork.com/watch.xml?key=6f9f176f0f3a756bc35db1cc74eabf2a

Definisi Jual Beli Al-Sharf dan Sumber Hukumnya

Definisi Jual Beli Al-Sharf dan Sumber Hukumnya


A. Pengertian Al-Sharf:
  • Secara Etimologi Al-Sharf artinya Al-Ziyadah (Penambahan), Al-'Adl (seimbang), penukaran, penghindaran, atau transaksi jual beli. 
  • Sedangkan secara Terminilogi Al-Sharf berarti transaksi jual beli suatu valuta (mata uang luar negeri) dengan valuta lainnya. dapat dilakukan baik dengan mata uang yang sejenis maupun yang tidak sejenis.
  • Menurut istilah fiqh, Al-Sharf ialah jual beli antara barang sejenis atau antara barang tidak sejenis secara tunai. misalnya: memperjualbelikan emas dengan emas atau emas dengan perak baik berupa perhiasan maupun mata uang. 
B. Dasar Hukum Ash-Sharf
  1. Menurut Al-quran; Dalam Al-quran tidak ada penjelasan mengenai jual beli sharf itu sendiri, melainkan hanya menjelaskan dasar hukum jual beli pada umumnya yang terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 275.

  2. Menurut Al-Hadis; Rasulallah SAW bersabda, yang Artinya: "Emas hendaklah dibayar dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, tepung dengan tepung, kurma dengan kurma, garam dengan garam, bayaran harus dari tangan ke tangan (cash). Barang siapa memberi tambahan atau meminta tambahan, sesungguhnya ia telah berurusan dengan riba. Penerima atau pemberi sama-sama bersalah." (HRMuslim)
  3. Menurut Ijma tentang jual beli Al-Sharf; Ulama sepakat bahwa akad Sharf disyariatkan dengan syarat-syarat tertentu, yaitu:
  • Pertukaran tersebut harus dilakukan secara tunai, artinya masing-masing pihak harus menerima atau menyerahkan masing-masing mata uang pada saat yang bersamaan.
  • Transaksi berjangka harus dilakukan dengan pihak-pihak yang diyakini mampu menyediakan valuta asing yang dipertukarkan.
  • Motif pertukaran ialah dalam rangka transaksi komersial (transaksi perdagangan barang dan jasa antar bangsa).
  • Tidak dibenarkan menjual barang yang belum dikuasai atau jual beli tanpa hak kepemilikan.
  • Harus dihindari jual beli bersyarat.
C. Syarat-Syarat Dan Batasan-Batasan Ash-Sharf (Valuta Asing)
  1. Serah terima sebelum iftirak (Berpisah).
    Maksudnya yaitu transaksi tukar menukar dilakukan sebelum kedua belah pihak berpisah.
  2. Al-Tamatsul (Sama Rata).Pertukaran uang yang nilainya tidak sama rata maka hukumnya adalah haram, syarat ini berlaku pada pertukaran uang yang satu atau sama jenis. Sedangkan pertukaran uang yang jenisnya berbeda, maka dibolehkan al-tafadhul.
  3. Pembayaran Dengan Tunai.
    Tidak sah hukumnya apabila di dalam transaksi jual beli Al-sharf (pertukaran uang) terdapat penundaan pembayaran, baik penundaan tersebut berasal dari satu pihak atau disepakati oleh kedua belah pihak.
  4. Tidak Mengandung Akad Khiyar Syarat.
    Apabila terdapat khiyar syarat pada akad al-sharf baik syarat tersebut dari sebelah pihak maupun dari kedua belah pihak, maka menurut jumhur ulama hukumnya tidak sah. 
Terima kasih telah membaca artikel tentang Definisi Jual Beli Al-Sharf dan Sumber Hukumnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid