https://www.videosprofitnetwork.com/watch.xml?key=6f9f176f0f3a756bc35db1cc74eabf2a

Syarat-Syarat Sahnya Puasa Seseorang

Syarat-Syarat Sahnya Puasa Seseorang


Menurut istilah Puasa adalah 'Menahan diri', Sedangkan menurut istilah berarti menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari disertai dengan niat ibadah kepada Allah swt dan mengharapkan ridhanya disertai dengan syarat dan rukun tertentu.
Hukum puasa, puasa di bula Ramadhan hukumnya wajib bagi semua umat islam yang beriman.

Berikut ini syarat-syarat sahnya puasa:
  1. Beragama Islam, tidak sah puasa bagi orang kafir dan orang murtad (keluar dari agama islam)
  2. Berakal (mumayiz), tidak sah orang yang hilang ingatan (akal) atau belum mumayiz.
  3. Berniat, tidak sah puasa seseorang tanpa niat. Jadi niat itu harus ikhlas karena Allah SWT bukan karena hal-hal yang lain.
  4. Bersih dari haid, nifas serta wiladah.
    Tiga syarat ini harus ada pada sehari penuh untuk sah puasa, sehingga terhadap seseorang yang sempat hilang akalnya (gila) sesaat, datang haidh dan nifas pada wanita disaat tengah hari (lagi puasa) maka puasanya tidak sah.

    Hal ini sedikit berbeda dengan orang pingsan, bila ia sempat sadar walau sesaat maka puasanya tidak batal (puasanya sah), sedangkan bila ia tidak sadar seharian penuh maka puasanya tidak sah. Berbeda lagi dengan orang yang tidur seharian penuh, puasanya tetap sah.
  5. Tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa
Contoh dari puasa wajib, yaitu:
  • Puasa karafat (denda karena melakukan pelanggaran)
  • Puasa bula Ramadhan (satu bula penuh tiap tahun kita kerjakan)
  • Puasa Nazar (karena keinginan tercapainya sehingga seseorang berjanji sebagai tanda luapan kegembiraannya.
Terima kasih telah membaca artikel tentang Syarat-Syarat Sahnya Puasa Seseorang

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid