https://www.videosprofitnetwork.com/watch.xml?key=6f9f176f0f3a756bc35db1cc74eabf2a

Contoh 3 Prinsip Akad Dalam Menyalurkan Dana

Contoh 3 Prinsip Akad Dalam Menyalurkan Dana

Pengertian Akad Dan Prinsip Akad Dalam Menyalurkan Dana Di Bank Syariah/Lembaga Keuangan Syariah

Pengertian Akad; Secara etimologi akad berarti perikatan perjanjian, sedangkan secara terminologi akad adalah suati perikatan yang ditetapkan dalam ijab qabul berdasarkan ketentuan syara' yang menimbulkan akibat hukum terhadap objeknya.

Pengertian akad pada Bank syariah adalah kesepakatan tertulis antara Bank syariah dan pihak lain (nasabah) yang membuat adanya hak dan kewajiban bagi masing-masing pihak sesuai dengan prinsip syariah.

Syarat Benda yang menjadi objek akad:
  1. Suci, tidak sah penjualan najis
  2. Memberi manfaat menurut syara'
  3. Barang itu dapat diserahkan
  4. Barang tersebut merupakan kepunyaan si penjual
  5. Barang tersebut diketahui oleh si penjual dan si pembeli
Tiga Prinsip Akad dalam menyalurkan dana di Bank syariah atau lembaga keuangan syariah.
1.) Prinsip Jual Beli
Akad prinsip dalam jual beli dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
  • Murabahah; yaitu akad jual beli suatu barang dimana penjual menyebutkan harga jual yang terdiri dari harga pokok barang, dan tingkat keuntungan tertentu atas barang, dimana harga jua; tersebut disetujui oleh si pembeli.
  • As-salam; yaitu akad jual beli pesanan, artinya dimana si pembeli membayar duluan (awal), kemudian barang yang diperjualnelikan itu akan diserahkan kemudian, yaitu pada tanggal yang telah disepakati.
  • Istishna; yaitu akad jual beli pesanan, dimana barangnya perlu di buatkan di pabrik dulu, kemudian barang tersebut diserahkan kemudian. proses pembayarannya bisa dilakukan dimuka,d dicicil dan bisa juga dibayar di belakangan (kemudian).
2.) Prinsip Bagi Hasil
Akad prinsip dalam bagi hasil dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
  • Mudharabah, yaitu akad kerja sama antara pemilik modal (sahibul maal) yang menyediakan seluruh kebutuhan modal dengan pihak yang mengelola usaha (mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha bersama sesuai dengan syariah islam.
  • Musyarakah, yaitu akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk usaha tertentu, dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan ketentuan bahwa keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan, sedangkan kerugian berdasarkan porsi kontribusi dana.
3.) Prinsip Sewa
Akad Prinsip sewa dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
  • Ijarah, yaitu akad pemindahan hak guna atas suatu barang atau jasa dalam waktu tertentu melalui pembayaran sewa tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan barang itu sendiri.
  • IMBT (ijarah Al-muntahiyatu Bittamlik, yaitu ijarah yang membuka kemungkinan perpindahan kepemilikan atas onjek ijarah pada akhir periode.
Terima kasih telah membaca artikel tentang Contoh 3 Prinsip Akad Dalam Menyalurkan Dana.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid