https://www.videosprofitnetwork.com/watch.xml?key=6f9f176f0f3a756bc35db1cc74eabf2a

Definisi Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensioanl

Definisi Perbedaan Mendasar Antara Bank Syariah Dengan Bank Konvensioanl

Hal-Hal Membedakan yang Mendasar Antara Bank Syariah dan Bank Konvensioanl

Secara umum yang dimaksud dengan Bank ialah 'Sebuah lembaga yang aktivitasnya menghimpun dana dari mansyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat yang membutuhkan dana dalam bentuk kredit atau dalam bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak'.

Bank konvensioanl adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya secara konvensioanl yang terdiri dari Bank Umum Konvensional dan Bank Perkreditan Rakyat.  Sedangkan yang dimaksud dengan Bank Syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah yang terdiri dari atas Bank Umum Syariahdan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS).

Dalam menyalurkan dananya, bank syariah menggunakan berbagai produk yang dibagi menjadi 3 kategori besar yaitu; Akad Jual Beli, Bagi Hasil, dan terakhir akad Sewa. Dimana akad jual beli pada perbankan syariah dibagi menjadi tiga jenis produk yaitu Murabahah, As-salam, dan Istishna. Sedangkan untuk akad bagi hasil dibagi menjadi dua jenis produk yaiitu Mudharabah, dan Murabahah. dan untuk akad sewa itu produknya ada 2 yaitu Ijarah dan Ijarah Muntahiyyah Bittamlik (IMBT).

Berikut ini ada beberapa perbedaan yang mendasar antara Bank Syariah dan Bank Konvensioanl.

Parameter
Bank Syariah
Bank Konvensional
Landasan hukum
UU Perbankan Syariah dan Landasan Syari’at islam
UU Perbankan
Return
Bagi hasil, margin pendapatan sewa, komisi/fee
Bunga, komisi/fee
Hubungan dengan nasabah
Kemitraan, investor-investor, investor-pengusaha
Debitur-kreditur
Fungsi dan kegiatan Bank
Intermediasi, manager investas, investor, sosial, jasa keuangan
Intermediasi, jasa keuangan
Prinsip dasar operasi
Anti riba dan anti maysir
Tidak anti riba dan maysir
Prioritas pelayaran
1.      Tidak bebas nilai (prinsip syariah islam)
2.      Uang sebagai alat tukar dan bukan monopoli
3.      Bagi hasil, jual beli, sewa
1.      Bebas nilai (prinsip materialis)
2.      Uang sebagai komoditi
3.      Bunga
Orientasi
Kepentingan publik
Kepentingan pribadi
Bentuk usaha
Tujuan social-ekonomi islam, keuntungan
Keuntungan
Evaluasi nasabah
Bank komersial, bank pembangunan, bank universal, atau multi purpose
Bank komersial
Hubunhan nasabah
Lebuh hati-hati karena partisipasi dalam risiko
Kepastian pengambilan pokok dan bunga
Suber likuiditas jangka pendek
Erat sebagai mitra usaha
Terbatas debitur-kreditur
Pinjaman yang diberikan
Terbatas
Pasar uang, bank sentral
Prinsip usaha
Komersial dan nonkomersial, berorentasi laba dan nirlaba
Komersial dan nonkomersial, berorentasi laba
Pengeloaan dana
Pasiva ke Aktiva
Aktiva ke Pasiva
Lembaga penyesaian sengketa
Pengadilan, arbitrase
Pengadilan, Badan Arbitrase Syariah Nasional
Risiko Investasi
1.      Dihadapi bersama antara bank dan nasabah dengan prinsip keadilan dan kejujuran
2.      Tidak mungkin terjadi negative spread
1.      Risiko bank tidak terkait langsung dengan debitur, resiko debitur langsung dengan bank
2.      Kemungkinan terjadi negative spread
Monitoring pembiayaan/kredit
Memungkinkan bank ikut dalam manajemen nasabah
Terbatas pada administrasi
Struktur Organisasi Pengawas
Dewan komisaris, Dewan Pengawas Syariah, Dewan Syariah Nasional
Dewan Komisaris
Kriteria Pembiayaan
Bankable. Halal
Bankable, Halal atau haram

Itulah perbedaan yang terdapat antara kedua bank tersebut, semoga dengan artikel ini bisa menambah ilmu pengetahuan kita semua.

Terima kasih telah membaca artikel tentang Definisi Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensioanl.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid