https://www.videosprofitnetwork.com/watch.xml?key=6f9f176f0f3a756bc35db1cc74eabf2a

Contoh Praktek Akad Mudharabah dan Musyarakah

Contoh Praktek Akad Mudharabah dan Musyarakah


Sebelum masuk kepada contoh dari Mudharabah dan Musyarakah, terlebih dahulu saya akan memberikan penjelasan dan maksud dari Mudharabah dan Musyarakah.
1. Mudharabah, adalah akad kerja sama usaha antara dua pihak pertama (sahibul maal) menyediakan seluruh (100%) modal, sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola. Selain itu Akad Mudharabah juga merupakan akad kerja sama diantara para pemiliki modal yang mencampurkan modal mereka dengan tujuan mencari keuntungan.
keuntungan usaha secara mudharabah dibagi menueut kesepakatanyang dituangkan dalam kontrak, sedangkan apabila mengalami kerugian itu ditanggung oleh pemilik modal, asalkan kerugian itu bukan akibat kesalahan si pengelola. Apabila kerugian itu disebabkan karena kecurangan atau kelalaian si pengelola maka si pengelola harus bertanggung jawa atas kerugian tersebut.
Contoh Praktek Akad Mudharabah:
  • Pak Deva ingin membuka usaha jasa Fotocopy, Print, dan alat-alat tulis, karena tidak memiliki modal Pak Deva pergi ke BPRS (Bank Pembiayaan Rakyat Syariah) untuk meminta bantuan pemodalan, Pak Deva memintak bantuan pendanaan sebesar RP-30.000.000 dengan persetujuan bagi hasilnya yaitu 60 % untuk BPRS dan 40 % buat pak Deva. Persetujuan bagi hasil tersebut merupakan kesepakatan kedua belah pihak, yaitu antara BPRS dengan Pak Deva. 
Contoh Soal Perhitungan Bagi Hasil Pada Akad Mudharabah:
"Pak Budi melakukan kerjasama di dalam bidang bisnis dengan Bank syariah dengan menggunakan akad mudharabah. Dimana Bank syariah sebagai pemilik modal (dana) sebesar 100%  dan Pak Budi sebagai si pengelola. Bank Syariah memberikan modal kepada Pak Budi sebesar Rp 20.000.000 sebagai modal usaha pada Tanggal 4 Maret 2015 dengan nisbah bagi hasil,  (Keuntungan dibagi dengan kesepakatn kedua belah piahk.) Bank Syariah 30% dan Pak Budi 70%. Pada tanggal 30 April 2010 Pak Budi memberikan Laporan Laba Rugi penjualan buku sebagai berikut:

-Penjualan: Rp 1.500.000
-Harga Pokok Penjualan: (Rp 9.000.000)
-Laba Kotor: Rp 600.000
-Biaya-biaya: Rp 200.000
Laba bersih: Rp 400.000

Pertanyaannya:
Hitunglah pendapatan yang diperoleh Bank Syariah dan Pak Budi dari kerjasama bisnis tersebut pada tanggal 30 April 2010, bila kesepakan pembagian bagi hasil tersebut menggunakan metode:
a. Profit sharing.?
b. Revenue sharing?
Jawab:
a. Profit sharing:
Bank Syariah : 30% X Rp- 400.000 (Laba bersih) = Rp- 120.000
Pak Budi : 70% X Rp- 400.000 = Rp- 280.000

b. Revenue sharing
Bank Syariah : 30% X Rp- 600.000 (Laba Kotor) = Rp- 180.000
Pak Budi : 70% X Rp- 600.000 = Rp- 420.000


2. Musyarakah, merupakan akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk usaha tertentu, dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan ketentuan bahwa keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan, sedangkan kerugian berdasarkan porsi kontribusi dana.
Contoh Praktek Akad Musyarakah:
  • Pak Albino ingin membuka Bisnis Rumah Makan, modal yang dimiliki Pak Albino hanya RP-20.000.000. Sedangkan modal yang dibutuhkan sebesar Rp-80.000.000.Pak Albino pergi ke Bank syariah untuk meminta bantuan pendanaan sebesar Rp-60.000.000 dengan persetujuan bagi hasilnya yaitu 60 % untuk Bank syariah dan 40 % untuk Pak Albino dalam jangka waktu 2 Tahun. Persetujuan bagi hasil tersebut merupakan kesepakatan kedua belah pihak, yaitu antara Bank syariah dengan Pak Albino.
Terima kasih telah membaca artikel tentang Contoh Praktek Akad Mudharabah Dan Akad Musyarakah.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid