Contoh Sunnah Shalat yang Harus Diketahui

Contoh Sunnah Shalat yang Harus Diketahui

Contoh-Contoh Sunah Sholat
Pada waktu mengerjakan shalat ada dua sunnah, yaitu sunnah Nat ab'ad dan sunnah ha'iat. sunnah ab'adyaitu merupakan perkara yang sunnah, tetapi apabila tertinggal karena kelupaan. maka harus diganti dengan sujud sahwi pada penghabisan shalat.

Sedangkan sunnah ha'iat tidak perlu dilakukan pengulangan/ diganti apabila lupa membacanya.
Sunnah Nat ab'ad; yang termasuk dalam sunnah ab'ad ialah:
  1. Membaca tasyahhud awwal
  2. Membaca shalawat pada tasyahud awal.
  3. Membaca shalawat atas keluarga Nabi pada tasyahud akhir
  4. Membaca do'a qunut pada shalat shubuh dan shalat witir pada pertengahan hingga akhir bulan ramadhan.
Sunnah Hai'at; Adapun perkara-perkara yang termasuk dalam sunnah ha'iat adalah:
  1. Mengangkat kedua belah tangan sampai sejajar dengan daun telinga pada waktu takbiratul ihram, hendak ruku', bangkit dari ruku' dan pada waktu bangkit dari tasyahud awal.
  2. Berdekap tangan, telapak tangan yang kanan di atas pergelangan tangan kiri.
  3. Membaca do'a iftitah sehabis takbiratul ihram.
  4. Membaca ta'awwudz, yaitu (A'udzubillahi minasy syaithannirrajim) ketika hendak membaca surah Al-tihah.
  5. Membaca basmalah ketikan hendak membaca Al-fatihah
  6. Membaca surah-surah Al-qur'an pada dua rakaat mulaan (rakaat pertama dan kedua) sehabis membaca Al-fatihah.
  7. Membaca Amin sesudah membaca Al-fatihah.
Selain dari sunnah yang diatas, dibawah ini ada juga tambahannya Sunnah-Sunnah yang dilakukan Pada Waktu Mengerjakan Shalat, yaitu:
  • Tahmid dan Tasmik; Semua imam mazhab sepakat bahwa ketika bangkit dari rukuk, disunahkan bertahmid mengucapkan 'Allahumma rabbanaa wa lakal hamd' (ya Allah, Tuhan kami, bagi Engkaulah segala puja dan puji). sebelum itu, hendaknya membaca 'sami'allah liman hamidah' (Allah mendengar bagi setiap hamba yang memujinya).
  • Hukum Membaca Takbir dan Tasmik bagi imam; Seorang imam disunahkan mengeraskan bacaan takbir, tasmik, dan salam agar didengar oleh semua makmumnya. ketika imam mazhab sepakat dengan hukum ini, kecuali Mazhab Malikiah yang menyatakannya mandub, bukan sunah.
  • Mubalig di Belakang Imam; Mubalig ialah salah satu makmum yang bertugas menyambung suara imam dengan keras dengan tujuan supaya terdengar oleh makmum yang lain. semua imam mazhab sepakat bahwa hukumnya boleh.

    Dalam Takbiratul ihram, seorang mubalig harus berniat memasuki shalat dan jangan hanya berniat menyambng suara imam sebab jika ia hanya berniat menyambung suara imam, shalatnya tidak sah. Namun, dalam takbir-takbir yang lain, ia boleh meniatkan teriakannya hanya untuk menyambung suara imam, tetapi ia tidak mendapatkan pahala jika tidak disertai niat untuk pindah dari satu rukun shalat ke rukun yang lain.
Shalat sunah adalah shalat yang dikerjakan mendapat pahala, namun tidak berdosa apabila ditinggalkan.
Shalat sunah menurut hukumnya terdiri atas dua golongan, yaitu:
  • Shalat sunah Muakad; Merupakan shalat sunah yang dianjurkan dengan penekanan yang kuat (hampir mendekati wajib) Contohnya; Shalat sunnah Idul fitri dan idul Adha, shalat sunah witr dan salat sunah thawaf.
  • Ghairu Muakad; Ialah shalat sunah yang dianjurkan tanpa penekanan yang kuat.
    Misalnya: Salat sunah Rawatib.
Terima kasih telah membaca artikel tentang Contoh Sunnah Shalat yang Harus Diketahui.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel ataspmbid